Saturday, June 13, 2015

Soft Skill / 4KA04_16111300_PERTEMUANKE-4



Selama 8 semester berkuliah di jurusan Sistem Informasi di Universitas Gunadarma, saya mempelajari banyak hard skill seperti pemrogramman dan lainnya. Untuk soft skill sendiri, ada banyak mata kuliah soft skill seperti Ilmu Budaya Dasar, Bahasa Indonesia 1, Bahasa Indonesia 2 dan lain-lain. Menurut Ramdhani (2008), soft skill sering juga disebut keterampilan lunak adalah keterampilan yang digunakan dalam berhubungan dan bekerjasama dengan orang lain. Menurut saya, soft skill digunakan saat kita berinteraksi dengan orang lain misalkan dalam sebuah grup bersama dengan rekan kerja dan contoh lainnya yaitu bagaimana kita bersikap saat kita sedang berbicara di depan kelas. Misalnya saat kita sedang mengadakan presentasi,
pasti ada beberapa anggota yang terlihat aktif dan pasif. Disaat itulah soft skill kita dapat terlihat. Untuk soft skill yang sudah saya kuasai, saya merasa cukup berani untuk berbicara di depan kelas baik dalam sebuah grup ataupun individu dan saya juga berani untuk menyampaikan pendapat dalam sebuah kelompok kerja. Tidak mudah untuk memberanikan diri untuk berbicara di depan kelas, pada awalnya saya juga merasa gugup dan cenderung tidak fokus dengan apa yang akan disampaikan. Tetapi ternyata menyampaikan pendapat atau berbicara di depan kelas tidak sesulit yang dibayangkan.

Soft skill lainnya mungkin saya belum terlalu menguasainya tapi dapat dikatakan bahwa ini adalah Passion saya, yaitu Bahasa Asing. Pada awalnya saya tidak berencana untuk masuk ke jurusan Sistem Informasi karena saya merasa bahwa saya tertarik untuk belajar bahasa asing beserta dengan literaturnya, tetapi orang tua saya tidak setuju dengan jurusan yang saya pilih yaitu Sastra Cina. Jadi saya menjadikan belajar bahasa asing sebagai hobi.

Bahasa asing yang saya pelajari adalah bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan bahasa Korea. Bahasa Inggris adalah bahasa Internasional jadi bisa dibilang wajib hukumnya untuk bisa berbahasa Inggris. Saya sudah menyukai bahasa Inggris sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, jadi saya cukup percaya diri dengan soft skill atau kemampuan berbahasa Inggris saya. Bahkan setiap hari saya berinteraksi dengan teman-teman dari luar negeri dengan menggunakan bahasa Internasional ini. Banyak keuntungan dari menguasai bahasa asing, diantaranya yaitu bisa berkomunikasi dan berteman dengan banyak orang dari luar negeri. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang ini, tidak sulit untuk kita berinteraksi dengan banyak orang di berbagai Negara.

Mungkin jika orang mendengar kata “Bahasa Mandarin” atau “Bahasa Korea”, hal pertama yang muncul di benaknya adalah “tulisannya yang rumit”. But for some reasons, they are just challenging and I can’t help but wanting to learn and to master these two languages, Mandarin and Korean language. Entah mengapa saya merasa tertantang untuk terus mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa Korea, senang rasanya saat menonton sebuah acara dengan bahasa Mandarin atau bahasa Korea dan saya bisa mengerti apa yang mereka katakan tanpa harus membaca subtitlenya. Untuk subtitlenya pun kalau bisa tidak dalam bahasa Indonesia sebab dengan membaca subtitle dalam bahasa Inggris, kita akan berfikir cepat untuk mengartikan dan kita akan terbiasa dengan bahasa Inggris.

Untuk sementara ini saya masih belum tau pekerjaan apa yang akan saya pilih karena sekarang ini saya berkuliah di jurusan Sistem Informasi, sedangkan passion yang saya miliki adalah di bahasa. Tapi saya sendiri merasa lebih cocok untuk bekerja sebagai penerjemah. Jika saya bekerja di perusahaan asing sebagai penerjemah, gaji yang didapat bervariasi. Untuk range gajinya bisa mencapai 5 sampai 10juta rupiah perbulannya, tergantung dari pengalaman yang dimiliki. Untuk seorang penerjemah di sebuah kedutaan, gaji yang didapat bisa lebih dari 10juta rupiah dalam sebulan dan itu belum termasuk gaji tambahan yang bisa didapat. Itu informasi yang saya dapat dari berbagai sumber di internet mengenai pekerjaan yang berhubungan dengan penerjemah.

Saya memiliki pengalaman kerja part-time sebagai penerjemah sebuah fanbase, pada saat itu tugas saya adalah mengupdate berita-berita baru dan menerjemahkan berita tersebut dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Ada banyak tantangan yang dihadapi, diantaranya yaitu saya tidak boleh menyalah-artikan berita yang ada dan diharuskan untuk terus mengupdate berita dengan cepat. Bahasa Inggris terkenal dengan perbendaharaan katanya yang sangat banyak, dan tentu saya tidak boleh salah menafsirkan sebuah kata atau kalimat. Meskipun melelahkan, tapi saya sangat menikmati pekerjaan tersebut karena ini adalah passion yang saya miliki. Untuk pendapatannya sendiri, saya mengerjakan tugas ini dengan suka rela, atau bisa disebut dedikasi seorang penggemar untuk idolanya. Selain bertemu banyak teman sesama penggemar, saya juga bisa belajar secara otodidak dan mengembangkan skill berbahasa Inggris saya. Untuk sementara waktu ini karena kesibukan kuliah semakin banyak, saya tidak melanjutkan pekerjaan ini tetapi setelah saya lulus nanti, saya pasti akan melanjutkan pekerjaan ini sebagai hobi. Saya belum terlalu memikirkan tentang gaji yang akan didapat karena saya merasa ilmu saya masih belum cukup dan saya harus banyak belajar lagi.

Kurang lebih, itulah soft skill yang saya kuasai selama 8 semester berkuliah di Universitas Gunadarma. Meskipun soft skill saya tidak sesuai dengan jurusan yang saya ambil, tapi saya merasa bangga karena saya bisa membagi waktu saya untuk belajar hard skill yang ada di kelas dan juga soft skill yang saya pelajari sendiri.

Sumber gambar : blog.udemy

No comments:

Post a Comment