Friday, November 30, 2012

Komunikasi dalam Organisasi

DEFINISI


Tidak dapat dipungkiri bahwa komunikasi adalah suatu hal yang sangat penting untuk manusia. Sebagai makhluk sosial, setiap manusia senantiasa berinteraksi dengan manusia lainnya, bahkan cenderung hidup berkelompok atau berorganisasi untuk mencapai tujuan bersama yang tidak mungkin dicapai bila ia sendiri. Interaksi dan kerja sama ini akan terus berkembang dengan teratur sehinga membentuk wadah yang disebut dengan organisasi. Dalam setiap organisasi yang diisi oleh sumber daya manusia, ada yang berperan sebagai pemimpin, dan sebagian besar lainnya berperan sebagai anggota/karyawan.


Semua orang yang terlibat dalam organisasi tersebut akan melakukan komunikasi. Tidak ada organisasi tanpa komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian integral dari organisasi. Komunikasi ibarat sistem yang menghubungkan antar orang, antar bagian dalam organisasi, atau sebagai aliran yang mampu membangkitkan kinerja orang-orang yang terlibat di dalam organisasi tersebut.


Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukkan dan penafsiran pesan di antara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi tertentu. Suatu organisasi terdiri dari unit-unit komunikasi yang terdiri dari unit-unit komunikasi dalam hubungan-hubungan hirarkris antara yang satu lainnya dan berfungsi dalam suatu lingkungan (Pace and Faules, 2002: 20).

PENTINGNYA KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI


Komunikasi dalam organisasi merupakan suatu komunikasi atau proses untuk anggota menghimpun informasi yang berhubungan dengan organisasinya dan merubah apa yang terjadi di dalamnya.

Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu.



BENTUK KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI

Salam perkembanganya Komunikasi dalam sebuah organisasi dibagi dalam beberapa hal :

1. Management Information System
Misalnya: dengan menggunakan computer, data, informasi.

2. Telecomunication
Komunikasi dengan peralatan yang mana komunikator dan komunikan tidak
berhadapan langsung.
Misalnya: telepon, TV, e-mail, voice messaging, electronic bulletin board.

3. Non verbal communication
Pralinguistic, proxemics, kinesics, chronemics, olfaksi, tactile, artifactual.

4. Interpersonal communication
Komunikasi yang terjadi antar individu.

5. The organizational communication process
- instruksi atau komando
- laporan, pertanyaan, permintaan
- subsgroup dengan subsgroups
- staff

BENTUK KOMUNIKASI BERDASAR STRUKTUR ORGANISASI 

1. Superior - subordinate communication

Disebut juga downward communication yaitu komunikatornya adalah atasan
dan komunikasinya adalah bawahannya.

Katz & Kahn menyebutkan 5 bentuk komunikasi downward, yaitu:

a. memberi tugas rinci - job instruction
b. memberi informasi tentang prosedur organisasi dan latihan-latihan.
c. memberi informasi tentang rastionale of the job yaitu alasan mengapa tugas
tersebut harus dilakukan
d. memberi tahu tentang kinerja anak buah
e. memberi informasi tentang ideologi organisasi (visi, misi) untuk memudahkan
dalam mencapai tujuan organisasi.

Media yang digunakan adalah media tulis, media lesan, interaktif.

2. Subordinate - initiated communication

Disebut juga dengan upward communication yaitu komunikasi yang terjadi dari
bawahan ke atasannya.
Adapun bentuknya adalah:

a. Informasi pribadi tentang gagasan, sikap, peampilan kerja.
b. Informasi feedback tentang performance teknis, beberapa informasi penting
lainnya.

3. Interactive communication

Komunikasi yang terjadi pada karyawan yang selevel.
Bentuknya adalah
a. Task coordination
b. Problem solving
c. Information sharing
d. Conflict Resolution

Beberapa faktor pada struktur organisasi yang berpengaruh pada pola komunikasi antara lain
a. ukuran
b. sentralisasi - desentralisasi
c. degrees of uncertainity


daftar pustaka:

http://musfialdy.blogspot.com
nurjanah.staff.unri.ac.id

Wednesday, October 31, 2012

Tipe dan Macam Organisasi


TIPE-TIPE ORGANISASI

Dengan tipe-tipe organisasi dalam uraian ini dimaksudkan macam-macam organisasi didasarkan atas tinjauan dari segi wewenang, tanggung jawab, dan hubungan kerja dalam organisasi yang bersangkutan. Dari segi tersebut pada dewasa ini lazim dikenal adanya empat bentuk organisasi, yaitu:
  1. Organisasi Garis (Line Organization)
  2. Organisasi Garis dan Staf (Line and Staff Organization)
  3. Organisasi Fungsional (Functional Organization)
  4. Organisasi Panitia (Commit Organization)
1) Organisasi Garis

Organisasi Garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan berada satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol

Ciri-ciri organisasi garis adalah:
  • Tujuan organisasi masih sederhana
  • Organisasinya kecil
  • Jumlah karyawannya sedikit
  • Pemimpin dan semua karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
  • Hubungan antara pimpinan dan karyawan bersifat langsung
  • Tingkat spesialisasi begitu juga alat-alat yang diperlukan tidak begitu tinggi dan tidak beraneka ragam
Keunggulannya :
  1. Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
  2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang   yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
  3. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

Kelemahannya :
  1. Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
  2. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
  3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2) Organisasi Garis dan Staf

Tipe organisasi garis dan staf pada umumnya digunakan untuk organsasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah:
  • Organisasinya besar dan bersifat kompleks
  • Jumlah karyawan banyak
  • Daerah kerjanya luas
  • Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi
  • Pimpinan begitu pula sesama karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal
  • Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal
  • Terdapat tiga komponen utama yaitu:
    • Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan.
    • Pembantu pimpinan atau staf : yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staf yang besar, staf terdiri dari dua kelompok, yaitu:
      • Staf koordinasi atau biasa disebut "staf umum", yaitu kelompok staf yang membantu pemimpin dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pemimpin, diminta atau tidak diminta.
      • Staf teknik atau biasa juga disebut "staf khusus", yaitu kelompok staf memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksana untuk pelaksanaan tugasnya.
    • Pelaksana : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.
Dalam organisasi garis dan staf, secara formal yang berhak memberikan perintah hanyalah pemimpin, sedangkan staf hanyalah sebagai pembantu pimpinan dengan tugas perencanaan, memberikan nasihat, dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka ragam, dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seorang pemimpin mendelegasikan beberapa wewenangnya kepada staf sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian staf menandatangani keputusan, perintah, instruksi, dan lain-lain atas nama pimpinan.

Lazimnya dalam organisasi garis dan staf yang besar, staf umumnya memberikan nasihat kepada para pelaksana dan melakukan pengawasan staf, sedangkan staf khusus memberikan petunjuk-petunjuk teknik menurut bidangnya masing-masing.

Keunggulannya :
  1. Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
  2. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
  3. Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.

Kelemahannya :
  1. Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun.
  2. Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.

3) Organisasi Fungsional

Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.

Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain adalah:
  • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  • Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. Dalam organisasi fungsional, koordinasi dititikberatkan pada eselon atasan
  • Pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas
  • Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit-unit yang berada dibawahnya atas namanya sendiri, tidak perlu atas nama direktur utama
Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidang tugasnya dapat digriskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Keunggulannya :
  1. Pembidangan tugas-tugas jelas.
  2. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
  3. Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

Kelemahannya :
  1. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
  2. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

4) Organisasi Panitia

Tipe organisasi panitia pada umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu,

Ciri-ciri organisasi panitia antara lain adalah:
  • Tugasnya tertentu dan jangka waktu berlakunya terbatas
  • Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia baik sebagai ketua maupun sebagai anggota
  • Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif, oleh sebab itu tanggung jawabpun secara kolektif pula
  • Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang pada umumnya sama
  • Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang dan tugas tertentun yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas (task force)

MACAM-MACAM ORGANISASI

Macam-macam Organisasi, yaitu sebagai berikut :

1. Organisasi dari segi tujuan

a. Organisasi NIAGA 

Organisasi niaga ini adalah salah satu organisasi yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan. 
macam-macamnya yaitu :
  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Perseroan Komanditer (CV)
  • Firma (FA)
  • Koperasi
  • Join ventura
  • Trus
  • Kontel
  • Holding Company
b. Organisasi SOSIAL 

Organisasi sosial adalah perkumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat dalam bentuk perkumpulan sosial baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Organisasi sosial ini berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi.

Ciri-ciri organisasi sosial, yaitu:
  • Rumusan batasan-batasan operasional dari suatu organisasi jelas
  • Menetapkan para anggotanya secara formal
  • Memiliki identitas yang jelas

c. Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi regional adalah organisasi yang ruang lingupnya lebih luas, namun hanya wilayah – wilayah Negara tertentu saja yang terlibat didalam oganisasi ini. Berbeda dengan Organisasi Internasional, organisasi ini memiliki ruang linkup lebih besar daripada Organisasi Regional, Organisasi Internasional wilayah yag terlibat didalamnya mencakup seluruh Negara di dunia.

Contoh organisasi regional adalah ASEAN, karena pada organisasi ini hanya untuk negara – negara yang berada di Asia Tenggara saja. Sedangkan organisasi Internasional adalah PBB, karena organisasi ini bersifat terbuka untuk seluruh negara – negara di dunia. 

Source: Teori Organisasi dan Pengorganisasian, Prof. Dr. J. Winardi. S.e & E-Book.

Monday, October 29, 2012

Tipe dan Macam Organisasi

TIPE-TIPE ORGANISASI

Dengan tipe-tipe organisasi dalam uraian ini dimaksudkan macam-macam organisasi didasarkan atas tinjauan dari segi wewenang, tanggung jawab, dan hubungan kerja dalam organisasi yang bersangkutan. Dari segi tersebut pada dewasa ini lazim dikenal adanya empat bentuk organisasi, yaitu:
  1. Organisasi Garis (Line Organization)
  2. Organisasi Garis dan Staf (Line and Staff Organization)
  3. Organisasi Fungsional (Functional Organization)
  4. Organisasi Panitia (Commit Organization)
1) Organisasi Garis

Organisasi Garis adalah tipe organisasi yang tertua dan paling sederhana. Dalam organisasi garis, tugas-tugas perencanaan, pengendalian dan pengawasan berada satu tangan garis kewenangan (line authority) langsung dari pimpinan kepada bawahan. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol

Ciri-ciri organisasi garis adalah:
  • Tujuan organisasi masih sederhana
  • Organisasinya kecil
  • Jumlah karyawannya sedikit
  • Pemimpin dan semua karyawan saling mengenal dan dapat berhubungan setiap hari kerja
  • Hubungan antara pimpinan dan karyawan bersifat langsung
  • Tingkat spesialisasi begitu juga alat-alat yang diperlukan tidak begitu tinggi dan tidak beraneka ragam
Keunggulannya :
  1. Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
  2. Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang   yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
  3. Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.

Kelemahannya :
  1. Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
  2. Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
  3. Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.

2) Organisasi Garis dan Staf

Tipe organisasi garis dan staf pada umumnya digunakan untuk organsasi yang besar. Daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang-bidang tugas yang beraneka ragam serta rumit. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.

Ciri-ciri organisasi garis dan staf adalah:
  • Organisasinya besar dan bersifat kompleks
  • Jumlah karyawan banyak
  • Daerah kerjanya luas
  • Hubungan kerja yang bersifat langsung tidak mungkin lagi
  • Pimpinan begitu pula sesama karyawan tidak lagi semuanya saling mengenal
  • Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan digunakan secara maksimal
  • Terdapat tiga komponen utama yaitu:
    • Pimpinan : yang mengendalikan dan bertanggung jawab atas kelancaran organisasi dalam arti menentukan tujuan, menetapkan kebijaksanaan dan mengambil keputusan.
    • Pembantu pimpinan atau staf : yaitu yang membantu pimpinan dalam perencanaan dan pengendalian. Pada organisasi garis dan staf yang besar, staf terdiri dari dua kelompok, yaitu:
      • Staf koordinasi atau biasa disebut "staf umum", yaitu kelompok staf yang membantu pemimpin dalam perencanaan dan pengawasan serta setiap saat memberikan nasihat-nasihat kepada pemimpin, diminta atau tidak diminta.
      • Staf teknik atau biasa juga disebut "staf khusus", yaitu kelompok staf memberikan pelayanan atau jasa-jasa kepada komponen pelaksana untuk pelaksanaan tugasnya.
    • Pelaksana : yaitu komponen organisasi yang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dari atas.
Dalam organisasi garis dan staf, secara formal yang berhak memberikan perintah hanyalah pemimpin, sedangkan staf hanyalah sebagai pembantu pimpinan dengan tugas perencanaan, memberikan nasihat, dan lain-lain yang serupa dengan itu. Tetapi dalam organisasi yang besar yang mempunyai ruang lingkup tugas yang luas, beraneka ragam, dan kompleks, tidak mungkin lagi bagi seorang pemimpin mendelegasikan beberapa wewenangnya kepada staf sesuai dengan bidang masing-masing. Dalam hal demikian staf menandatangani keputusan, perintah, instruksi, dan lain-lain atas nama pimpinan.

Lazimnya dalam organisasi garis dan staf yang besar, staf umumnya memberikan nasihat kepada para pelaksana dan melakukan pengawasan staf, sedangkan staf khusus memberikan petunjuk-petunjuk teknik menurut bidangnya masing-masing.

Keunggulannya :
  1. Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
  2. Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
  3. Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.

Kelemahannya :
  1. Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun.
  2. Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.

3) Organisasi Fungsional

Pada umumnya yang dimaksud dengan organisasi fungsional adalah yang disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan.

Ciri-ciri organisasi fungsional antara lain adalah:
  • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  • Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada tingkat pelaksanaan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas digariskan. Dalam organisasi fungsional, koordinasi dititikberatkan pada eselon atasan
  • Pembagian unit-unit organisasi didasarkan pada spesialisasi tugas
  • Para direktur mempunyai wewenang komando terhadap unit-unit yang berada dibawahnya atas namanya sendiri, tidak perlu atas nama direktur utama
Organisasi fungsional pada umumnya digunakan dalam perusahaan-perusahaan yang pembidang tugasnya dapat digriskan secara tegas, umpamanya unit produksi, unit pemasaran, unit keuangan, dan lain-lain yang walaupun saling bersangkut-paut namun bidang kegiatannya jelas berbeda. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.

Keunggulannya :
  1. Pembidangan tugas-tugas jelas.
  2. Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
  3. Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.

Kelemahannya :
  1. Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
  2. Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.

4) Organisasi Panitia

Tipe organisasi panitia pada umumnya dibentuk dalam waktu yang terbatas untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu,

Ciri-ciri organisasi panitia antara lain adalah:
  • Tugasnya tertentu dan jangka waktu berlakunya terbatas
  • Seluruh unsur pimpinan duduk dalam panitia baik sebagai ketua maupun sebagai anggota
  • Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif, oleh sebab itu tanggung jawabpun secara kolektif pula
  • Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang dan tanggung jawab yang pada umumnya sama
  • Para pelaksana dikelompokkan menurut bidang dan tugas tertentun yang harus dilaksanakan dalam bentuk tugas (task force)

MACAM-MACAM ORGANISASI

Macam-macam Organisasi, yaitu sebagai berikut :

1. Organisasi dari segi tujuan

a. Organisasi NIAGA 

Organisasi niaga ini adalah salah satu organisasi yang tujuannya untuk memperoleh keuntungan. 
macam-macamnya yaitu :
  • Perseroan Terbatas (PT)
  • Perseroan Komanditer (CV)
  • Firma (FA)
  • Koperasi
  • Join ventura
  • Trus
  • Kontel
  • Holding Company
b. Organisasi SOSIAL 

Organisasi sosial adalah perkumpulan orang yang dibentuk oleh masyarakat dalam bentuk perkumpulan sosial baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum. Organisasi sosial ini berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat untuk membangun bangsa dan negara agar menjadi lebih baik lagi.

Ciri-ciri organisasi sosial, yaitu:
  • Rumusan batasan-batasan operasional dari suatu organisasi jelas
  • Menetapkan para anggotanya secara formal
  • Memiliki identitas yang jelas

c. Organisasi Regional dan Internasional

Organisasi regional adalah organisasi yang ruang lingupnya lebih luas, namun hanya wilayah – wilayah Negara tertentu saja yang terlibat didalam oganisasi ini. Berbeda dengan Organisasi Internasional, organisasi ini memiliki ruang linkup lebih besar daripada Organisasi Regional, Organisasi Internasional wilayah yag terlibat didalamnya mencakup seluruh Negara di dunia.

Contoh organisasi regional adalah ASEAN, karena pada organisasi ini hanya untuk negara – negara yang berada di Asia Tenggara saja. Sedangkan organisasi Internasional adalah PBB, karena organisasi ini bersifat terbuka untuk seluruh negara – negara di dunia. 

Source: Teori Organisasi dan Pengorganisasian, Prof. Dr. J. Winardi. S.e & E-Book.

Wednesday, October 10, 2012

Tugas Struktur Organisasi Data

Hello! :D minggu lalu dapet teori soal sorting data, langsung dikasih tugas buat program untuk menyorting data dengan bahasa pemrograman apapun~

Check them out!

PROGRAM












OUTPUT

 Hasil Sorting berdasarkan NPM




Hasil Sorting berdasarkan NAMA



Hasil Sorting berdasarkan KELAS



Sooo, how's that? Seems confusing but actually programming is really really fun! :D

Monday, October 1, 2012

Teori Organisasi

Hello it's been a while hahah, ga usah basa basi ya, mari kita membahas Teori Organisasi dan ada apa saja didalamnya.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang cenderung hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasikan kegiatannya dalam mencapat suatu tujuan, tetapi pada hakikatnya tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu setiap manusia pasti membutuhkan bantuan dan kerjasama dengan orang lain. Hal tersebut lah yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.

Beberapa definisi tentang Organisasi:
  • Menurut Ernest Dale:
    • Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.
  • Menurut Cyril Soffer
    • Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.
  • Menurut Kast & Rosenzweig
    • Organisasi adalah sub sistem teknik, sub sistem struktural, sub sistem pshikososial dan sub sistem managerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang berorentasi pada suatu tujuan.
  • DEFINISI UMUM
    • "Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai satu tujuan."

Ciri-ciri organisasi:
  1. Lembaga sosial yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan.
  2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan.
  3. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun.
  4. Instrumen sosial yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat diidentifikasi.

TEORI DAPAT DIKEMBANGKAN MENJADI

1. TEORI ORGANISASI KLASIK

Teori ini berkembang mulai tahun 1800-an atau abad ke-19 dan biasa disebut dengan "teori tradisional" atau disebut juga sebagai "teori mesin". Mengapa disebut teori mesin? Karena organisasi ini menganggap manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin. Dan dalam teori ini, organisasi digambarkan sebagai sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik struktural yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas.

Definisi Organisasi menurut teori klasik:
Organissi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaanm tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatanm komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja sama. Teori organisasi sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsur pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:

  • Sistem kegiatan yang terkoordinasi
  • Kelompok orang
  • Kerjasama
  • Kekuasaan & Kepemimpinan

Sedangkan menurut penganut teori klasik, suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan, Saling melayani, Doktrin dan Disiplin.

Dan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
a. Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b. Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertikal dan horizontal)
c. Struktur (hubungan antar kegiatan)
d. Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).

Teori Klasik berkembang dalam 3 aliran, antara lain:
  • BIROKRASI -> dikembangkan dari ilmu sosiologi.
  • ADMINISTRASI -> langsung dari praktek manajemen memusatkan aspek makro organisasi
  • MANAJEMEN ILMIAH -> memusatkan aspek mikro sebuah organisasi

Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan, antara lain Mesir, Cina & Romawi.

A. Teori Birokrasi

Dikemukakan oleh "MAX WEBER" dalam buku "The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism" dan "The Theory of Social and Economic Organization".

Istilah Birokrasi berasal dari kata Legal Rasional:
"Legal" disebabkan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas.
"Rasional" karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.

Karakteristik-karakteristik birokrasi menurut Max Weber: 
  • Pembagian kerja
  • Hararki wewenang
  • Program rasional
  • Sistem prosedur
  • Sistem aturan hak dan kewajiban
  • hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal
B. Teori Administrasi

Teori ini dikemukakan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.

Henry Fayol (1841-1925) : Seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku yang berjudul "Administration industrielle et Générale" yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris tahun 1926 dan baru dipublikasikan di Amerika pada 1940.

14 kaidah manajemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:
  • Pembagian kerja
  • Wewenang & tanggung jawab
  • Disiplin
  • Kesatuan pemerintah
  • Kesatuan pengarahan
  • Mendahulukan kepentingan umum
  • Balas jasa
  • Sentralisasi
  • Rantai skalar
  • Aturan
  • Keadilan
  • Kelanggengan personalia
  • Inisiatif
  • Semangat korps
Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:
  • Kegiatan Teknikal -> Produksi, Manufaktur, Adaptasi.
  • Kegiatan Komersial -> Pembelian, Penjualan, Pertukaran.
  • Kegiatan Financial -> Penggunaan optimum modal.
  • Kegiatan Keamanan
  • Kegiatan Akuntansi
  • Kegiatan Manajemen atau "Fayol's Funcionalism", yaitu:
    • Perencanaan
    • Pengorganisasian
    • Pemberian perintah
    • Pengkoordinasian
    • Pengawasan
James D. Mooney & Allen Reilly: 1931. Menerbitkan sebuah buku "Onward Industry" inti dari pendapat mereka adalah "Koordinasi merupakan faktor terpenting dalam perencanaa organisasi". Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
  • Prinsip Koordinasi
  • Prinsip Skalar & Hirarkis
  • Prinsip Fungsional
C. Manajemen Ilmiah

Dikembangkan tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Definisi manajemen ilmiah:
"Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi" atau "Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja".

F.W Taylor menuangkan ide dalam tiga makalah:
  1. "Shop Management"
  2. "The Principle Of Scientific Management"
  3. "Testimony before the Special House Somitte".
Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku "Scientific Management".

Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W Taylor dijuluki sebagai "Bapak Manajemen Ilmiah".

Empat kadiah Manajemen menurut F.W Taylor:
  1. Menggantikann metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
  2. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan.
  3. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intergasikan.
  4. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah.

2. TEORI NEOKLASIK

Teori Neoklasik disebut juga dengan Teori Hubungan Manusiawi. Teori ini muncul akibat ketidak-puasan dengan teori klasik dan merupakan penyempurnaan dari teori klasik. Teori ini menekankan pada pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja".

HUGO MUNSTERBERG
Salah satu tokoh neoklasik pencetus Psikologi Industri. Hugo menulis sebuah buku yang berjudul "Psychology and Invidual Effeciency" tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karakteristik individu dalam organisasai dan mengingatkan adanya pengaruh faktor sosial dan budaya terhadap organisasi.

Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakuan di Pabrik Howthorne tahun 1924 milik perusahaan Western Electric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Percobaan yang dilakukan Elton Mayo, seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan kondisi kerja karyawan dipandang sebagai faktor penting peningkatan produktifitas.

Dalam pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
  • Partisipasi
  • Perluasan kerja
  • Management bottom up

3. TEORI MODERN

Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat dari ketidak-puasan dua teori sebelumnya yaitu teori klasik an neoklasik. Teori modern sering disebut dengan teori Analisa Sitem, atau Teori Terbuka yang memadukan antara teori klasik dan teori neoklasik. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa terpisahkan. Organisasi bukan sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi, organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin bertahan hidup maka ia harus beradaptasi dengan lingkungan.

TEORI MODERN vs TEORI KLASIK
  1. Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisan dan deskripsi organisasi, sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan dan perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.
  2. Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, skalar, dan vertikal. Sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat kompleks, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan.


source: s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id, dengan perubahan.








Monday, July 16, 2012

Manusia Sebagai Makhluk Individu


Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.

Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang.

sr: azenismail.wordpress.com

Sunday, July 8, 2012

Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya


Manusia sebagai makhluk yang berbudaya tidak lain adalah makhluk yang senantiasa mendayagunakan akal budinya untuk menciptakan kebahagiaan, karena yang membahagiakan hidup manusia itu hakikatnya sesuatu yang baik, benar dan adil, maka hanya manusia yang selalu berusaha menciptakan kebaikan, kebenaran dan keadilan sajalah yang berhak menyandang gelar manusia berbudaya.

Pengertian Budaya dan Kebudayaan
•         Budaya            = Daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.
•         Kebudayaan    = Hasil dari cipta, rasa dan karsa.

CIPTA : Kerinduan manusia untuk mengetahui rahasia segala hal yang ada dalam pengalamannya hasil dari cipta berupa ilmu pengetahuan.

KARSA : Kerinduan manusia untuk menyadari ”sangkanparan” hasilnya berupa nama keagamaan dan kepercayaan.

RASA : Kerinduan manusia akan keindahan sehingga menimbulkan dorongan untuk
menikmati keindahan. Hasilnya berupa nama keindahan dan hasil seni.

Kebudayaan Berasal Dari Kata Sansekerta “BUDDHAYAH “ , yang merupakan bentuk jamak dari  kata “BUDDHI” yang berarti  budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budhi atau akal”,sedangkan Culture, merupakan istilah bahasa asing yang sama artinya dengan kebudayaan, berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan (Mengolah tanah atau bertani). Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam.

Manusia disebut sebagai mahluk berbudaya karena manusia memiliki akan dan budi atau pikiran dan perasaan.

Dengan akal dan budi manusia berusaha terus menciptakan benda-benda baru untuk memenuhi tuntutan jasmani dan rohani yang akhirnya menimbulkan kebahagiaan. Kebahagiaan bagi manusia sesuatu yang baik, benar dan adil.

sr: zoombosscoot.blogspot.com